Pembangunan Infrastruktur Listrik

Inspektur Ketenagalistrikan Siap Mengawal Pembangunan Infrastruktur Listrik
Pembangunan dan pengoperasian infrastruktur ketenagalistrikan memiliki tantangan yang besar khususnya dari aspek keselamatan dan kehandalan operasi. Untuk itu Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik), Kementerian ESDM saat ini memiliki 54 inspektur ketenagalistrikan yang siap mematikan keselamatan dan kehandalan operasi infrastruktur ketenagalistrikan. Inspektur Ketenagalistrikan tersebut siap mengawal pembangunan dari aspek keselamatan dan kehandalan pembangkit listrik dan infrastruktur lainnya. Hal tersebut disampaikan Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Munir Ahmad saat membuka Workshop Siemens Power System Planning yang dilaksanakan di Bekasi, Selasa (5/4). Acara ini merupakan acara inisiatif dari PT Siemens Indonesia yang melibatkan para Inspektur Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik.

Tugas dari inspektur ketenagalistrikan ini menurut Munir adalah melakukan inspeksi dan investigasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan yang ada pada fasilitas pembangkit listrik, gardu tegangan tinggi, dan jaringan distribusi listrik. “Mereka bertugas untuk memastikan bahwa pemilik instalasi listrik telah mempertahankan kehandalan dan keselamatan dari operasi instalasi listrik yang ada,” jelas Munir. Menurutnya inspektur ketenagalistrikan diharapkan untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan mereka berkaitan dengan teknologi listrik di berbagai instalasi listrik.

Menurut Munir, Kehadiran Inspektur Ketenagalistrikan dalam menjamin keselamatan dan kehandalan infrastruktur ketenagalistrikan menjadi hal yang sangat penting. Saat ini Pemerintah Indonesia tengah membangun energi listrik dengan program percepatan 35.000 MW yang diharapkan selesai pada tahun 2019. “Program ini terdiri dari 291 proyek pembangkit listrik, 732 segmen saluran transmisi, dan 1,375 gardu,” terang Munir kepada para peserta Workshop. Dengan pembangunan tersebut, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai sekitar 73 miliar US Dollar yang didapatkan dari APBN, investasi dari BUMN, dan sektor swasta. Program ini menurut Munir memberikan peluang dan tantangan bagi para pemangku kepentingan dari sektor kelistrikan. Bagi Inspektur Ketenagalistrikan, program ini menjadi suatu tantangan yang harus dihadapi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa Indonesia.

Workshop Perencanaan Siemens Power System ini menurut Munir adalah acara yang penting untuk meningkatkan kemampuan teknis para inspektur ketenagalistrikan, khususnya ranah jaringan transmisi tegangan tinggi. “Kami sangat mengapresiasi acara ini karena selain mempererat hubungan antara dua negara Indonesia dan Jerman, acara ini juga menunjukkan sinergi antara Pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan utama dalam industri listrik,” jelas Munir.

Workshop yang dilaksanakan selama satu hari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada para inspktur ketenagalistrikan mengenai kondisi dan tantangan dari jaringan listrik PLN, perencanaan sistem statis, dynamic system behaviour, sistem kontrol, manajemen energi, teknologi smart grid, serta langkah-langkah untuk meningkatkan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia.

Pemerintah mendukung pelaksanaan workshop seperti ini dan berharap pelatihan dan lokakarya dengan Siemens Indonesia bisa diselenggarakan di daerah yang lebih luas. Munir memberikan masukan agar topik workshop selanjutnya dapat meliputi pengetahuan produk seperti alat HV teknologi terbaru, pemeliharaan dan pelatihan inspeksi, serta manajemen proyek yang terkait dengan pembangunan infrastruktur listrik. (PSJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *